Jakarta – Delapan tahun setelah kepergian Julia Perez, sebuah unit apartemen miliknya kembali menarik perhatian publik karena kondisinya yang belum tersentuh hingga saat ini.
Ibunda Julia Perez, Sri Wulansih, mengungkapkan keadaan apartemen tersebut serta menjelaskan alasan di balik permohonannya kepada Raffi Ahmad untuk membantu dalam pengelolaan unit tersebut. Cerita ini menjadi viral setelah Sri terlihat menangis dan meminta bantuan publik. Mari kita telusuri kisahnya lebih dalam.
Sri menegaskan bahwa apartemen itu telah lama dibiarkan kosong sejak kepergian putrinya.
“Iya, Mama sudah bilang bahwa apartemen ini sejak almarhum pergi selama 8 tahun, dan Mama juga tidak bisa mengurusnya,” ungkap Sri Wulansih dalam sebuah tayangan di Youtube pada 20 April 2026.
Tidak hanya dibiarkan kosong, unit apartemen tersebut juga belum dimanfaatkan secara finansial. Sri mengaku pernah merencanakan untuk menyewakannya, namun karena kondisi apartemen yang tidak terisi, rencananya itu belum terwujud.
“Dan Mama sebenarnya ingin menyewakan apartemen itu, tetapi Mama belum sempat mengisi barang-barangnya. Jadi selama 8 tahun ini, karena tidak ada isinya, apartemen itu tidak bisa disewakan,” lanjutnya.
Di balik keputusannya untuk menghubungi Raffi Ahmad, terdapat alasan emosional yang berkaitan dengan pesan terakhir Julia Perez sebelum meninggal.
“Makanya Mama merasa perlu untuk berbicara kepada Raffi, karena waktu almarhum dirawat di rumah sakit, dia selalu berpesan kepada Raffi jika terjadi sesuatu pada Mama. Alhamdulillah, Raffi sangat responsif dan mau membantu Mama,” kata Sri.
Sri juga menegaskan bahwa hingga saat ini, apartemen tersebut benar-benar tidak dimanfaatkan sejak ditinggalkan oleh anaknya.
“Belum, selama 8 tahun setelah kepergian almarhum, apartemen itu benar-benar belum diurus sama sekali,” tutupnya.
Kondisi apartemen anak yang terbengkalai ini mencerminkan sebuah kisah yang menyentuh hati. Sri Wulansih berusaha menjelaskan betapa pentingnya unit tersebut bagi keluarga mereka, meski dalam keadaan yang sangat menyedihkan.
Setelah sekian lama, apartemen tersebut kini menjadi simbol dari kenangan yang tidak tergantikan. Bagi Sri, unit ini bukan hanya sekadar properti, tetapi juga bagian dari warisan emosional yang mengingatkannya akan putrinya yang telah tiada.
Sri mengungkapkan harapannya agar apartemen tersebut dapat segera dikelola dengan baik, sehingga bisa memberikan manfaat, baik bagi keluarganya maupun bagi orang lain yang membutuhkan tempat tinggal.
Hal ini menunjukkan bahwa ada banyak cara untuk menghormati kenangan seseorang. Dengan merawat dan mengelola apartemen tersebut, Sri percaya bahwa ia dapat menjaga ingatan Julia Perez tetap hidup.
Bagi banyak orang, apartemen ini mungkin hanya terlihat sebagai bangunan kosong. Namun, bagi Sri Wulansih, itu adalah tempat yang penuh dengan kenangan dan harapan yang ingin diwujudkan.
Keberanian Sri untuk meminta bantuan kepada Raffi Ahmad menunjukkan betapa pentingnya dukungan sosial dalam menghadapi masa-masa sulit. Ia berharap dengan bantuan tersebut, apartemen anak dapat kembali berfungsi dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
Dalam konteks ini, kondisi apartemen anak menjadi lebih dari sekadar isu properti. Ini adalah tentang bagaimana keluarga berupaya untuk melanjutkan hidup sementara tetap menghargai kenangan yang telah ditinggalkan.
Akhirnya, perjalanan ini bukan hanya tentang penyewaan apartemen, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa saling mendukung dalam menghadapi tantangan hidup. Dengan semangat tersebut, Sri Wulansih berharap agar kisah ini bisa menginspirasi banyak orang untuk tidak melupakan keluarga dan kenangan yang kita miliki.
➡️ Baca Juga:
“Rasakan Suara Luar Biasa dengan Headphone In-Ear Technics EAH AZ100: Kenyamanan Seperti AirPods”
➡️ Baca Juga: ASN RSHS Bandung Hadapi Pemecatan Setelah Kasus Bayi Nyaris Tertukar Selama 20 Tahun Bekerja